Kamis, 20 September 2012

7 Perilaku Buruk Induk Hewan

4.5 . Kamis, 20 September 2012

7 Perilaku Buruk Induk Hewan - Walau sebagai mahluk yang hanya memiliki insting, hewan tetap memiliki kemampuan untuk menyayangi anak-anaknya bahkan sekalipun ia hewan buas. Tetapi ada jenis hewan yang dapat memperlakukan anak-anaknya dengan buruk, mulai dari pilih kasih terhadap anak-anaknya, hingga rela membunuh anaknya sendiri. Namun ada juga yang membunuh anaknya karena ketidak-sengajaan. 

Berikut 7 Perilaku Buruk Induk Hewan yang berhasil Cigablogs rangkum untuk anda ketahui :

1. Burung Elang Hitam Afrika
7 Perilaku Buruk Induk Hewan
Burung Elang Hitam Afrika, burung jenis pemangsa ini biasanya bertelur sebanyak 2 butir, ia akan menjadi induk yang baik untuk menjaganya telur-telur itu hingga menetas. Setelah anak-anak Elang Hitam Afrika menetas, barulah prilaku buruk ditunjukan oleh induknya. Sang induk hanya akan memberi makan salah satu anaknya, Ketika anak burung elang tersebut tumbuh besar dan kuat, burung muda itu akan mematuk saudaranya yang lebih lemah sampai mati. Karena sangat jarang diberi makan, tentunya anak burung elang afrika yang lemah itu tidak dapat melawan atau mempertahankan diri. Selama aksi penyerangan yang dilakukan salah satu anaknya itu terhadap saudaranya sang induk hanya melihat pembunuhan tersebut dan membiarkannya. 

 2. Hiu Galapagos
Hiu Galapagos
Jika semut drakula melakukan semikanibalisme maka hiu Galapagos melakukan kanibalisme penuh. Saat hendak melahirkan anaknya, induk hiu biasanya berenang ke perairan dangkal untuk menghindari pemangsa. Induk hiu melahirkan 4-16 anak hiu yang masing-masing panjangnya mencapai 60-80 cm. Sementara induknya pergi, anak hiu ini tetap tinggal di perairan dangkal selama masa pertumbuhannya. Setelah cukup besar, anak-anak hiu ini kembali ke perairan dalam. Selama perjalanannya, ancaman bahaya justru datang dari induknya. Jika sang induk menjumpai anak-anaknya, ia pun akan memangsa anak-anaknya tersebut.

3. Burung Cukcoo
Burung Cukcoo
Burung ini terkenal dengan kemalasannya dalam membesarkan anak-anaknya. Induk burung ini menempatkan telur-telurnya di sarang burung lain. Ia memberikan tanggung jawab membesarkan anaknya pada burung lain.Telur burung cukcoo biasanya menetas lebih cepat daripada telur burung lain. Kemudian tumbuh dengan pesat, memaksa anak-anak burung lain pergi dari sarangnuya sehingga mati terjatuh dari pohon. Akhirnya, anak burung cukcoo itu berhasil mendapatkan perhatian penuh dari induk angkatnya dan bertahan hidup.

4. Singa
Singa Betina
Seekor Singa Betina umumnya dikenal sebagai induk yang sangat perhatian. Hampir semua rekaman tentang kehidupan liar menunjukan bagaimana seekor singa betina menjaga singa-singa muda dalam kelompoknya. Hal yang tak pernah dipahami adalah saat singa jantan baru mengambil alih kekuasaan. Anak-anak singa yang umurnya kurang dari dua tahun menjadi korban dari singa-singa jantan pendatang baru ini. Alasan mereka melakukan pembunuhan itu adalah untuk mengurangi saingan dalam kelompoknya di kemudian hari. Selain itu, untuk mendorong singa-singa betina agar kawin dengan singa-singa jantan ini. Sedihnya, sang induk mengijinkan terjadinya pembunuhan pada anak-anaknya.

5. Burung Gereja
Burung Gereja
Seekor burung gereja betina (passer domesticus) akan sering mencari sarang betina lain yang juga dikawini oleh pejantannya. Ia akan membunuh anak betina dari saingannya itu untuk menghilangkan persaingan di masa mendatang. Selain itu, untuk memastikan sang pejantan untuk menghabiskan waktu lebih banyak membantu membesarkan anak-anaknya sendiri. Perilaku brutal ini tidaklah pantas bagi seorang induk walaupun dilakukan terhadap anak burung lain.

6. Panda Betina
Ulah buruk Panda Betina ini kebanyakan dilakukannya atas ketidak-sengajaan. Panda yang memiliki bobot rata-rata 70-100 kg itu biasanya dapat melahirkan 1- 3 ekor anak. Namun sayangnya jika melahirkan lebih dari 1 ekor anak kemungkinan besar hanya satu yang selamat tumbuh hingga besar. Hal ini terjadi karena anak panda ukurannya sangat kecil, hanya sekitar 0,1 kg saat lahir, tak bisa dibandingkan dengan ibunya yang beratnya antara 70-100 kg. Kematian anak-anak panda terjadi tanpa disadari oleh induknya yang berguling-guling saat tidur dan menindih anaknya yang sedang mencari kehangatan.

7. Beruang Hitam
Beruang Hitam pada umumnya dikenal sebagasi induk yang baik, namun hal tersebut tak selamanya berlaku. Beruang hitam bisa memiliki 2 atau 3 anak, namun hanya satu yang ia rawat dengan sungguh-sungguh, sementara anak yang lain ia abaikan. Tak seperti binatang lainnya yang mungkin meninggalkan anaknya yang sakit atau lemah, beruang hitam meninggalkan anak bungsunya agar mereka bisa menjalani hidup sendiri.
Share this Article now on :
ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN :


1 komentar:

Asis Sugianto mengatakan...

ternyata hewan juga memiliki perilaku buruk yach sobat...

:X ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Please do not SPAM or commented by stating the link !

Anda MALING seperti saya, jadilah maling bijak!

Saya anggap Anda pengunjung yang baik dan bernyali untuk tidak menggunakan komentar dengan fasilitas ANONYMOUS.

Pergunakan komentar ini dengan bijak !

Mungkin memerlukan beberapa jam untuk me-Moderasi komentar anda guna masuk seleksi juri kami, apakah layak juri terbitkan atau tidak ! Makasih untuk tidak membuang sampah disini !

Recent Posts

Artikel di blog ini kebanyakan berasal dari berbagai sumber media, maka tentunya Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber-sumber tersebut. Jika kami salah dalam menentukan sumber yang pertama, mohon beritahu kami.
Maka dari itu hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan artikel sebagaian atau sepenuhnya diperbolehkan dengan syarat mengacu pada aturan Google yang berlaku.
Terima Kasih atas pengertiannya !
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
DMCA.com